Tips Menghadapi Pemadaman Listrik
Dewasa ini, suplai listrik ke rumah-rumah penduduk semakin berkurang, diakibatkan oleh makin menipisnya sumber energi yang dipakai untuk memproduksi listrik, yaitu energi kinetik air, minyak bumi dan sumber lainnya seperti batubara dan panas bumi. Hal ini mengakibatkan harga listrik juga semakin mahal dan persediaannya yang tidak sesuai dengan kebutuhan yang ada.
Hal tersebut diatas diperparah lagi dengan adanya pemeliharaan berkala dari mesin-mesin pembangkit seperti yang sekarang terjadi di Bali saat ini (tulisan ini dibuat pada saat Bali mengalami pemadaman listrik dari bulan Oktober- Desember 2009). Untuk menjaga kontinuitas suplai listrik, PLN selaku penyalur tunggal energi listrik menerapkan kebijakan pemadaman listrik secara bergilir sampai dengan pemeliharaan tersebut selesai dilakukan. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi daya listrik di Bali melebihi kapasitas terpasang yang dimiliki oleh PLN, sehingga adanya perawatan pada salah satu mesin pembangkit membuat suplai listrik tidak cukup bagi seluruh pelanggan.
Di tengah sulitnya penyediaan energi listrik ini, suatu fakta yang ironis bahwa sebagian masyarakat yang lain belum menunjukkan kepedulian yang maksimal akan arti penting listrik dan arti penting menjaga keberlanjutan pasokannya.
Di tengah sulitnya penyediaan energi listrik ini, suatu fakta yang ironis bahwa sebagian masyarakat yang lain belum menunjukkan kepedulian yang maksimal akan arti penting listrik dan arti penting menjaga keberlanjutan pasokannya. Salah satu di antaranya tercermin dari sikap hidup boros dalam menggunakan energi listrik. Ketidakefisienan ini pula yang antara lain ikut mendorong terjadinya pemadaman listrik sebagaimana yang telah dijelaskan diatas. Padahal bila kita melakukan sedikit penghematan maka pemadaman tersebut tidak perlu dilakukan, karena daya yang tersisa masih mencukupi untuk mensuplai seluruh pelanggan listrik di Bali, setidaknya itulah yang disarankan oleh PLN Bali yaitu dengan kampanyenya padamkan satu lampu pada saat beban puncak.
Disadari atau tidak, Indonesia merupakan negara yang sangat boros dalam mengonsumsi energi, termasuk energi listrik. Hal ini setidaknya dapat dilihat dari dua indikator, yakni intensitas dan elastisitas energi. Intensitas energi adalah perbandingan antara jumlah konsumsi energi dengan produk domestik bruto (PDB), sedangkan elastisitas energi adalah perbandingan antara pertumbuhan konsumsi energi dengan pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, semakin kecil angka intensitas dan elastisitas energi suatu negara maka semakin efisien pula penggunaan energi di negara yang bersangkutan.
Tips Hemat Listrik pada Rumah Tinggal
Rumah tinggal atau residensial adalah salah satu pengguna energi listrik selain industri, gedung-gedung komersial atau perkantoran. Walaupun tingkat konsumsi rumah tinggal cukup kecil dibandingkan jenis pengguna lainnya, tetapi karena jumlahnya yang besar maka konsumsi energi dari jenis rumah tinggal ini adalah cukup signifikan untuk membantu penghematan konsumsi energi listrik.
Pada tulisan ini akan diberikan langkah-langkah atau cara-cara untuk melakukan penghematan energi pada rumah tinggal dengan asumsi daya terpasang antara 1300 – 2200 VA (5 – 10 A). Pada kategori rumah tinggal jenis ini diasumsikan terdapat peralatan yang mengkonsumsi energi listrik seperti: lampu penerangan, setrika listrik, peralatan masak (rice cooker, magic-jar, magic-com), lemari es, hiburan (televisi, radio, tape, video dsb), kipas angin, pengatur suhu (AC), komputer (laptop), mesin cuci, pompa air dan perangkat elektronik lainnya.
Semua perangkat atau peralatan yang disebutkan di atas adalah kebutuhan standar yang biasa dimiliki oleh rumah tinggal dengan daya 1300 – 2200VA. Konsumen daya sebesar ini adalah untuk merupakan kelas menengah keatas yang merupakan konsumen listrik dengan jumlah yang cukup besar. Bila terjadi penghematan pada konsumen kategori ini tentu akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi PLN dalam hal penurunan konsumsi daya listrik secara umum di Bali.
Berikut adalah uraian langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan penghematan energi listrik:
Lampu Penerangan
- Gunakan lampu hemat energi.
- Matikan lampu saat meninggalkan ruangan atau tidak memakai ruangan.
- Buatlah perencanaan titik-titik lampu yang efisien; yaitu dengan tidak menggunakan saklar yang menghidupkan beberapa lampu sekaligus, karena bila kita ingin menghidupkan salah satu lampu, semua lampu jadi menyala padahal kita hanya membutuhkan satu lampu saja.
- Letakkan lampu ditempat yang cukup rendah dan dapat melayani lebih banyak ruang.
- Letakkan saklar ditempat yang mudah dihidup-matikan, misalnya didekat pintu, agar memudahkan kita mematikan lampu saat hendak meninggalkan ruangan.
- Bersihkan secara periodik bola lampu/tabung lampu beserta reflektornya supaya bersih agar tidak mengurangi cahaya.
Setrika Listrik.
- Mengatur tingkat panas yang diperlukan sesuai dengan bahan pakaian yang akan diseterika.
- Membersihkan bagian bawah setrika dari kerak yang dapat menghambat panas.
- Mematikan setrika segera setelah selesai menyetrika atau bila akan ditinggalkan dalam waktu lama untuk mengerjakan yang lain.
Peralatan memasak rice cooker/magic-jar/magic-com
- Memilih rice cooker/magic-jar/magic-com dengan kapasitas secukupnya, jangan terlalu besar atau terlalu kecil sesuaikan dengan jumlah penghuni.
- Matikan magic-jar atau magic-com bila nasi sudah tersisa sedikit karena listrik untuk menghangatkan nasi menjadi sia-sia.
Lemari Es
- Memilih lemari es yang sudah memiliki logo hemat energi (energy star) yang berarti lemari es tersebut sudah mengikuti standar hemat energi.
- Memilih lemari es dengan ukuran/kapasitas sesuai dengan kebutuhan
- Membuka pintu lemari es seperlunya, dan pada kondisi tertentu dijaga agar dapat tertutup rapat.
- Mengisi lemari es secukupnya (tidak melebihi kapasitas).
- Menempatkan lemari es jauh dari sumber panas, seperti sinar matahari, kompor dll. Meletakkan lemari es minimal 15 cm dari dinding/tembok rumah. Biasakan selalu membaca petunjuk penggunaan yang disediakan oleh pihak produsen peralatan ini.
- Tidak memasukkan makanan/minuman yang masih panas ke dalam lemari es.
- Membersihkan kondensor (terletak di belakang lemari es) secara teratur dari debu dan kotoran, agar proses pelepasan panas berjalan baik.
- Mengatur suhu lemari es sesuai kebutuhan karena semakin rendah / dingin temperatur, semakin banyak konsumsi energi listrik.
- Mematikan lemari es bila tidak digunakan dalam waktu lama.
Televisi, Radio, Tape Recorder
- Memilih ukuran televisi sesuai dengan kebutuhan, jangan terlalu besar, misalnya cukup dengan ukuran 21 inch.
- Memilih televisi yang menggunakan layar LCD atau plasma dan berlogo hemat energi (energy star).
- Sebaiknya jumlah televisi jangan lebih dari 1 (satu) unit di dalam satu rumah.
- Mematikan televisi, radio, tape recorder, serta peralatan audio visual lainnya bila tidak ditonton atau tidak didengarkan.
Kipas Angin
- Membuka ventilasi/jendela rumah untuk memperlancar udara ke dalam rumah.
- Mematikan kipas angin bila ruangan tidak digunakan, atau gunakan kipas angin yang dilengkapi alat pengatur waktu (timer) dan atur timer sesuai kebutuhan.
- Mengatur kecepatan kipas sesuai keperluan.
Pengatur Suhu Udara (AC).
- Memilih AC hemat energi dan daya yang sesuai dengan besarnya ruangan.
- Mematikan AC bila ruangan tidak digunakan.
- Mengatur suhu ruangan secukupnya, tidak menyetel AC terlalu dingin.
- Menutup pintu, jendela dan ventilasi ruangan agar udara panas dari luar tidak masuk.
- Menempatkan AC sejauh mungkin dari sinar matahari langsung agar efek pendingin tidak berkurang.
- Membersihkan saringan (filter) udara secara teratur.
Komputer/Laptop
- Memilih komputer dengan ukuran layar seperlunya, misalnya 15 inch sudah cukup daripada yang 21 inch (sesuai dengan kebutuhan, jangan hanya tergiur promosi).
- Memilih layar yang menggunakan LCD daripada yang berbahan CRT.
- Pastikan komputer tersebut sudah memenuhi standar hemat energi (PC/laptop saat ini sudah memiliki kemampuan manajemen energi).
- Pastikan fasilitas energy star sudah diaktifkan, sehingga fasilitas manajemen energinya berfungsi dengan baik.
- Bila tidak digunakan dalam waktu lama komputer dan laptop sebaiknya dimatikan saja.
Mesin Cuci
- Memilih kapasitas sesuai dengan jumlah penghuni atau beban pakaian yang akan di cuci (dalam kg).
- Pilih mesin cuci yang memiliki efisiensi daya yang tinggi atau dengan kata lain mesin cuci yang hemat energi.
- Jangan memasukan pakaian melebihi kapasitas pencucian karena membuat kerja mesin semakin berat, dan dapat memboroskan daya yang dikonsumsi oleh mesin cuci tersebut.
- Pastikan suplai air mencukupi agar mesin bekerja secara efektif.
- Minimalkan penggunaan air panas didalam melakukan pencucian.
- Minimalkan penggunaan pengering di akhir pencucian.
Pompa Air
- Memilih daya pompa air sesuai dengan kebutuhan, sesuaikan kapasitas pompa air dengan ketinggian tower (bila menggunakan bak penampung atas).
- Memilih pompa yang mempunyai saklar otomatis bila, bak penampung sudah penuh maka pompa otomatis padam.
- Pastikan instalasi listrik menuju pompa dalam keadaan baik (tidak ada genangan air, atau kabel-kabelnya terjepit yang menghambat aliran listrik) dan menyebabkan pompa mendapatkan aliran listrik yang kurang bagus.
Lain-lain
- Kurangi pemakaian listrik, terutama pada waktu beban puncak (18.00-22.00) dan jangan menyalakan peralatan listrik secara bersamaan pada waktu tersebut
- Lepaskan kabel peralatan listrik bila peralatan sedang tidak digunakan.
- Bila peralatan listrik yang menggunakan sistem remote sedang tidak digunakan, jangan mematikan dengan remote control (stand by). Tetapi matikan dari tombol on-off atau lepaskan tusuk kontak.
- Nyalakan water heater 20 menit sebelum air panas digunakan.
- Bersihkan secara periodik kaca jendela. Kaca jendela yang bersih akan meneruskan cahaya lebih banyak.
Langkah-langkah yang dijelaskan di atas adalah langkah-langkah praktis yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa memandang pengetahuan atau tingkat pendidikan dari penghuni rumah tinggal tersebut. Walaupun tidak dijelaskan secara kuantitas, bila program diatas tersebut dapat dilakukan oleh banyak rumah tinggal, tentu akan terjadi penurunan konsumsi daya listrik yang cukup signifikan.
Bila penghematan berhasil dilakukan, maka pemadaman bergilir dapat dikurangi kejadiannya dan tentu saja bisa memberikan energi listrik bagi penduduk atau orang-orang lain yang belum sempat menikmati listrik. Dan yang paling penting adalah, bila jumlah pembangkitan energi listrik tidak bertambah maka berarti itu menyumbang dalam pengurangan jumlah polusi ke lingkungan. (Sumber: PLN Bali dan berbagai informasi pada internet)
Filed under Manajemen energi. Tags: hemat energi, hemat listrik, pemadaman listrik, tips hemat energi
0 Comments.