<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: TDW University &#8211; Rahasia Menjadi Kaya dan Bertumbuh Semakin Kaya</title>
	<atom:link href="http://www.agungpurbayana.info/tdw-university-rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.agungpurbayana.info/tdw-university-rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 15:40:18 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Argumentative essay</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/tdw-university-rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya/#comment-2415</link>
		<dc:creator>Argumentative essay</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jun 2011 11:48:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=396#comment-2415</guid>
		<description>Thank you for sharing such relevant topic with us. I really love all the great stuff you provide. Thanks again and keep it coming. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thank you for sharing such relevant topic with us. I really love all the great stuff you provide. Thanks again and keep it coming.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dwagp</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/tdw-university-rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya/#comment-774</link>
		<dc:creator>dwagp</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 00:16:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=396#comment-774</guid>
		<description>#12345 
Terima kasih atas komentarnya. 
Sebenarnya artikel diatas adalah artikel promosi dari TDW, saya sendiri sangat awam mengenai investasi dan cara memilih portfolio investasi seperti yang dijelaskan oleh artikel itu. 
 
Karena itu penjelasan Anda mengenai reksadana, sangat bermanfaat untuk menambah wawasan saya di bidang finansial. 
 
Terima kasih. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#12345<br />
Terima kasih atas komentarnya.<br />
Sebenarnya artikel diatas adalah artikel promosi dari TDW, saya sendiri sangat awam mengenai investasi dan cara memilih portfolio investasi seperti yang dijelaskan oleh artikel itu. </p>
<p>Karena itu penjelasan Anda mengenai reksadana, sangat bermanfaat untuk menambah wawasan saya di bidang finansial. </p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: 12345</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/tdw-university-rahasia-menjadi-kaya-dan-bertumbuh-semakin-kaya/#comment-773</link>
		<dc:creator>12345</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 18:51:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=396#comment-773</guid>
		<description>Pak, nasehat bapak memang sangat berguna namun saya ingin memberikan koreksi : 
 
sekarang lagi krisis, paling tidak tidak separah dulu (1998), investasi ReksaDana adalah pilihan yg tidak tepat. MENGAPA ? Karena dana yg kita tanam di unit RD kurang lebih 80-90% dialokasikan ke saham2x (RD Saham), atau 20-60% (RD Campuran) 
 
dana yg kita tanam digabung dng dana dari investor RD yg lain (di unit yg sama) krn Pialang hanya membeli saham2x dlm jumlah besarrrrrrrrr tiap emitennya dan setau saya emiten tdk akan membiarkan sebagian besar sahamnya dilepas ke publik paling banter ya 10%. krn saham yg dilepas ke publik bebas dijual-belikan kapan saja, oleh investor yg ngak jelas juntrungannya sekalipun, asal BEI masih buka. 
 
kalau Pialang ingin membeli separuh ato sebagian besar saham dari suatu emiten maka dia mesti terikat semacam perjanjian TIDAK BOLEH MENARIK MODAL DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU (misalnya sebulan). sedangkan ketika krisis terjadi maka harga2x saham berjatuhan rata2x setiap harinya. namun Pialang tdk bisa menarik modalnya dari emiten... alhasil dana kita di situ selama sebulan merosot terus nilainya. 
 
jadi, pd dasarnya Pialang tdk bisa membeli saham dan menjualnya sesuka hati dlm jumlah besar seperti transaksi jangka pendek. 
 
Lagipula ReksaDana sebetulnya paling banyak menguntungkan si Pialang saja krn mereka meraup sebagian besar keuntungan. toh ketika Pasar Modal masih bagus (kayak taon 2007) untungnya cuman 40-60% pertahunnya. </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, nasehat bapak memang sangat berguna namun saya ingin memberikan koreksi : </p>
<p>sekarang lagi krisis, paling tidak tidak separah dulu (1998), investasi ReksaDana adalah pilihan yg tidak tepat. MENGAPA ? Karena dana yg kita tanam di unit RD kurang lebih 80-90% dialokasikan ke saham2x (RD Saham), atau 20-60% (RD Campuran) </p>
<p>dana yg kita tanam digabung dng dana dari investor RD yg lain (di unit yg sama) krn Pialang hanya membeli saham2x dlm jumlah besarrrrrrrrr tiap emitennya dan setau saya emiten tdk akan membiarkan sebagian besar sahamnya dilepas ke publik paling banter ya 10%. krn saham yg dilepas ke publik bebas dijual-belikan kapan saja, oleh investor yg ngak jelas juntrungannya sekalipun, asal BEI masih buka. </p>
<p>kalau Pialang ingin membeli separuh ato sebagian besar saham dari suatu emiten maka dia mesti terikat semacam perjanjian TIDAK BOLEH MENARIK MODAL DALAM JANGKA WAKTU TERTENTU (misalnya sebulan). sedangkan ketika krisis terjadi maka harga2x saham berjatuhan rata2x setiap harinya. namun Pialang tdk bisa menarik modalnya dari emiten&#8230; alhasil dana kita di situ selama sebulan merosot terus nilainya. </p>
<p>jadi, pd dasarnya Pialang tdk bisa membeli saham dan menjualnya sesuka hati dlm jumlah besar seperti transaksi jangka pendek. </p>
<p>Lagipula ReksaDana sebetulnya paling banyak menguntungkan si Pialang saja krn mereka meraup sebagian besar keuntungan. toh ketika Pasar Modal masih bagus (kayak taon 2007) untungnya cuman 40-60% pertahunnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

