<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Agung Purbayana News &#187; Semantics</title>
	<atom:link href="http://www.agungpurbayana.info/tag/semantics/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.agungpurbayana.info</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Oct 2011 13:02:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Semantics: Inisiasi 6</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/semantic-inisiasi-6/</link>
		<comments>http://www.agungpurbayana.info/semantic-inisiasi-6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 00:37:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apurbayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[D3 Penerjemahan]]></category>
		<category><![CDATA[Inisiasi 6]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Semantics]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas terbuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=1187</guid>
		<description><![CDATA[Pada minggu ke-5 ini Semantics memberikan inisiasi mengenai serbaneka tentang bahasa, diantaranya mengenai tatabahasa formal, tatabahasa dan leksikon selengkapnya sebagai berikut... [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada minggu ke-5 ini Semantics memberikan inisiasi mengenai serbaneka tentang bahasa, diantaranya mengenai tatabahasa formal, tatabahasa dan leksikon.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Serbaneka Tentang Bahasa I</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Salam jumpa bagi Anda peserta tutorial online matakuliah Semantic/PRIS4335. Pada tutorial online kali ini kita akan membahas tentang Serbaneka Tentang Tata Bahasa I. Materi  ini akan dijelaskan dalam dua bagian yaitu minggu ini dan pada inisiasi berikutnya yaitu minggu depan (Serbaneka Tentang Tata Bahasa II)  Baiklah saudara, selamat mengikuti.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1187"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tatabahasa Formal</strong><br />
Aliran tata bahasa formal (formal grammar) memandang bahwa analisis terhadap kategori-kategori tata bahasa – misalnya jenis kata, tenses, singular/plural dan sebagainya- tidak harus dihubungkan dengan analisis yang selalu berdasarkan makna atau pembahasan grammar tidak mesti dikaitkan  dengan pembahasan semantik (makna).</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu aliran tata bahasa formal dalam menganalisis kategori-kategori tatabahasa dan memisahkannya dari pembahasan yang berdasarkan semantik adalah mereka beranggapan bahwa makna seringkali menunjukkan sesuatu yang sangat luas dan kabur dan tidak mudah untuk dibatasi. Misalnya, definisi kata benda (noun) yang berbunyi yaitu kata benda adalah sebuah kata yang dapat dipakai untuk menamai atau menunjukkan sesuatu (benda).</p>
<p style="text-align: justify;">Kata ‘sesuatu’ sulit untuk dibatasi dan membingungkan juga maknanya luas. Bisa saja kita katakan bahwa sesuatu itu misalnya cloud ’awan’, place ’tempat’, atau intelligence ’kepandaian’. Sehingga tidak ada alasan apakah kata-kata itu ’sesuatu’ atau ’tidak’.  Contoh lain kata rain ’hujan’ yang ’menunjukkan sesuatu’ (benda), sementara kata rain dalam kalimat It’s raining bukanlah ’sesuatu’ yang menunjukkan benda melainkan verb (kata kerja).</p>
<p style="text-align: justify;">Aliran ini berbeda dengan aliran tata bahasa nosional (notional grammar) yang menyatakan bahwa apa yang terkandung dalam kategori tata bahasa adalah makna sehingga hal itu berkaitan dengan masalah semantik (makna). Ketika menganalisis bahasa, mereka misalnya mendefinisikan ’jamak’ adalah segala sesuatu yang menunjukkan ’lebih dari satu’, kata benda (noun) adalah sesuatu yang menunjuk kepada benda, lampau (past) peristiwa yang sudah terjadi dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tata bahasa dan Leksikon</strong><br />
Pengklasifikasian kata –seperti kata-kata penuh (full words), kata bentuk atau fungsi (form or function words) -yang dilakukan para ahli tata bahasa notional (tata bahasa tradisional) dan para ahli tata bahasa formal (tata bahasa modern) perbedaannya hanya pada masalah leksikon dan tata bahasa. Walaupun demikian tata bahasa (grammar) bukan cabang yang hanya mempelajari masalah kata-kata bentuk atau kata-kata fungsi tetapi lebih luas dari itu, misalnya tense, gender, word order, perubahan bentuk kata, morfem dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam tata bahasa modern masalah pembedaan antara tata bahasa dan leksikon dibicarakan dalam konteksnya apakah sebuah kalimat itu gramatikal atau menyimpang dari aturan tata bahasa. Misalnya pada kalimat The girls is in the garden, dengan mudah dapat kita katakan sebagai kalimat yang tidak gramatikal karena subjek kalimat yang plural (The girls) tidak diikuti oleh kata kerja untuk bentuk jamak yang benar yaitu are.</p>
</blockquote>
<p class="download">Catatan lengkap untuk inisiasi Semantics ke-6 ini dapat diambil di <a href="http://www.box.net/shared/79dpcg5h31">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.agungpurbayana.info/semantic-inisiasi-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semantics: Inisiasi 5</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-5/</link>
		<comments>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-5/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 22:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apurbayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[D3 Penerjemahan]]></category>
		<category><![CDATA[Inisiasi 5]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Semantics]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas terbuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=1181</guid>
		<description><![CDATA[Pada minggu ke-5 ini Semantics memberikan inisiasi mengenai lanjutan hakikat makna, dan beberapa pendekatan yang dilakukan pakar linguistik mengenai makna dalam bahasa, inisiasi selengkapnya... [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1421" href="http://agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-5/semantics-3/"><img class="alignleft size-full wp-image-1421" title="semantics" src="http://www.agungpurbayana.info/wp-content/uploads/2009/10/semantics1.jpg" alt="semantics" width="179" height="112" /></a>Pada minggu ke-5 ini Semantics memberikan inisiasi mengenai lanjutan hakikat makna, dan beberapa pendekatan yang dilakukan pakar linguistik mengenai makna dalam bahasa. Beberapa pendekatan konseptual, antara lain konsepsi kata ke benda, konsepsi kata ke konsep benda, uraian selengkapnya silakan dilihat pada inisiasi dibawah ini:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1181"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Hakikat Makna 2</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saudara mahasiswa selamat berjumpa kembali pada tuton kali ini. Materi kali ini merupakan lanjutan dari materi tuton minggu lalu. Seperti yang tertera pada penjelasan minggu lalu bahwa ada beberapa pendekatan yang dilontarkan oleh para pakar linguistik mengenai makna dalam bahasa, berikut ini beberapa contoh pendekatan menurut para pakar tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Pendekatan Konseptual</strong><br />
Pendekatan konseptual ini pada dasarnya berpaham bahwa dalam setiap satuan ujaran terkandung suatu konsep, ide, gagasan mengenai sesuatu yang ada, terjadi atau berlangsung. Berkaitan dengan cara seseorang dalam menjelaskan makna kata, (Crystal, 1989) menyebutkan ada tiga konsepsi makna dalam kajian semantik yang dapat diuraikan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kata Benda</strong><br />
Menurut konsepsi ini makna kata menunjuk kepada benda atau obyek diluar bahasa, kata-kata seperti Jakarta, Surabaya, Ibu, father dan London menggambarkan hal yang nyata atau konkret sehingga bisa dijelaskan maknanya dengan cara ini.  Bandingkan misalnya dengan kata-kata seperti manis, sulit, beautiful, ill dan lain sebagainya yang tentunya tidak dapat dijelaskan dengan cara di atas.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kata		Konsep		Benda</strong><br />
Konsepsi ini ’menolak’ konsepsi pemaknaan kata di atas (Kata            Benda)<br />
Menurut konsepsi ini makna kata dibentuk atas dasar hubungan antara kata dalam pikiran (konsepsi) pengguna bahasa dengan konsep yang berkaitan dengan kata itu berikut rujukannya atau bendanya dan sangat ditentukan oleh konteksnya ketika kata tersebut digunakan, misalnya kata ’demokrasi’ dalam konsepsi ini makna kata ini akan sangat tergantung maknanya pada konsep/pikiran seseorang tentang kata ’demokrasi’ itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Konsepsi ini selain dapat menjelaskan makna kata yang konkret juga dapat menjelaskan makna kata yang abstrak. Tetapi teori ini tidak luput dari kelemahan, terutama dalam menjelaskan kaitan antara kata atau simbol dengan konsep. Misalnya, seseorang bertanya kepada si A, Masih tersediakah kursi bagi saya di sini? Dalam menjawab pertanyaaan tersebut, bisa saja ia mengaitkan kata kursi kepada sesuatu yang berkaitan dengan makna kursi secara tidak langsung (makna konotatif), yakni bermakna jabatan atau kedudukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Konsep pikiran penutur A ini tentu saja belum tentu sama dengan penutur yang lain yang berkaitan dengan kata tersebut. Oleh karena itu pemaknaan kata akan sangat bergantung pada konsepsi yang ada dalam pikiran penutur A.</p>
</blockquote>
<p class="download">Catatan lengkap untuk inisiasi Semantics ke-5 ini dapat diambil di <a href="http://www.box.net/shared/ltks9an88f">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-5/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semantics: Inisiasi 4</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-4/</link>
		<comments>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Sep 2009 21:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apurbayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[D3 Penerjemahan]]></category>
		<category><![CDATA[Inisiasi 4]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Semantics]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas terbuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[Pada minggu ke-4 ini Semantics memberikan inisiasi mengenai hakikat makna, dimana sebelumnya dijelaskan mengenai definisi semantik. Hakikat makna juga dibahas pada inisiasi selanjutnya... [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1427" href="http://agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-4/semantics-4/"><img class="alignleft size-full wp-image-1427" title="semantics" src="http://www.agungpurbayana.info/wp-content/uploads/2009/09/semantics.jpg" alt="semantics" width="179" height="112" /></a>Pada minggu ke-4 ini Semantics memberikan inisiasi mengenai hakikat makna, dimana sebelumnya dijelaskan mengenai definisi semantik. Salah satu yang berhubungan dengan hakikat makna adalah semantik, karena semantik merupakan ilmu yang mempelajari makna. Untuk lebih jelasnya silakan dibaca inisiasi dibawah ini.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1145"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Hakikat Makna 1</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saudara mahasiswa, materi inisiasi kali ini akan dijelaskan dalam dua bagian, yaitu <strong>Hakikat Makna 1</strong> (pada inisiasi ke IV ini) dan <strong>Hakikat Makna 2</strong> (pada inisiasi ke V minggu depan). Baiklah kita akan mulai dengan penjelasan tentang materi ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebelum kita membahas mengenai makna kata, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu definisi semantik, karena semantik merupakan ilmu yang mempelajari makna. Kata semantik (Semantics, B. Inggris) berasal dari bahasa Yunani kuno <em>sema</em> (bentuk nominal) yang berarti <em>tanda</em> atau <em>lambang</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Bentuk verbalnya adalah <em>semaino</em> yang berarti <em>menandai</em> atau <em>melambangkan</em>. Menurut Ferdinand de Sausure, seorang pakar lingustics Perancis, tanda linguistik itu terdiri dari komponen penanda yang berwujud bunyi, dan komponen petanda yang berwujud konsep atau makna. Oleh banyak pakar kemudian kata semantik secara gamblang dapat dikatakan  bidang studi (ilmu) yang mempelajari makna.</p>
<p style="text-align: justify;">Secara umum semantik dapat didefinisikan sebagai kajian makna dalam bahasa atau kajian makna kebahasaan (Hurford dan Heaslet, 1983). Semantik adalah telaah mengenai makna (George, 1964). Semantik menelaah lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, hubungan makna yang satu dengan yang lain, dan pengaruhnya terhadap manusia dan masyarakat. Demikianlah sekelumit definisi semantik. Sekarang mari kita lanjutkan pembahasan kita mengenai makna kata.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kita ditanya mengenai sebuah makna kata, kita dapat menjawabnya dengan kata pula jika kita memang telah mengerti kata tersebut; misalnya, kata <em>tunggal</em> kita bisa langsung mengartikannya dengan kata <em>satu</em>. Tetapi sering juga makna kata tidak dapat dijelaskan dengan sebuah kata melainkan dengan definisi, misalnya kata dalam bahasa Inggris <em>teacher is a person who gives lesson, especially in a school</em> atau kata dalam bahasa Indonesia, <em>tuna rungu</em> adalah seseorang yang tidak dapat mendengar. Sebuah kata jika digunakan dalam konteks kalimat yang berbeda mempunyai makna yang tidak sama. Misalnya kat’<em>mengambil</em> dalam kalimat-kalimat berikut:<br />
1. Tahun ini kami akan <em>mengambil</em> sepuluh orang pegawai baru.<br />
2. Semester ini saya belum <em>mengambil </em>mata kuliah Semantics.<br />
3. Diam-diam dia <em>mengambil</em> buku itu dari tas.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kalimat (1) makna kata mengambil adalah <em>menerima</em>, kalimat (2) bermakna <em>mengikuti</em> sedangkan pada kalimat (3) kata mengambil bermakna <em>mencuri</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh lainnya dalam bahasa Inggris, kata <em>stand</em> yang mempunyai beberapa arti :<br />
1. <em>Stand</em> the table against the wall.<br />
2. I can’t <em>stand</em> her.<br />
3. We had <em>to stand</em> for hours to get the tickets.<br />
4. He will <em>stand</em> us to have lunch on the restaurant.</p>
<p style="text-align: justify;">Makna <em>stand</em> pada kalimat (1) mengandung makna <em>put</em>, (meletakkan),  pada kalimat (2) bermakna <em>dislike </em>(tidak suka), pada kalimat (3) bermakna <em>support one body on one’s feet </em>(berdiri) sedangkan pada kalimat (4) kata <em>stand</em> bermakna <em>pay for </em>(mentraktir).</p>
<p style="text-align: justify;">Situasi  dan konteks yang berbeda akan membuat makna yang berbeda pula. Perhatikan kalimat <em>sudah hampir pukul dua belas</em> yang diucapkan oleh seseorang pada tempat dan waktu yang berbeda. Jika kalimat tersebut diucapkan oleh seorang ustadz pada santrinya, maka bisa bermakna bahwa mereka harus bersiap untuk melaksanakan shalat zuhur, karena sebentar lagi waktu zuhur akan tiba. Berbeda maknanya jika kalimat tersebut diucapkan oleh seorang pegawai atau pekerja kepada teman sekerjanya, yang dalam hal ini maknanya bisa berarti waktu istirahat hampir tiba.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah bahwa kata atau kalimat yang sama bila digunakan pada situasi atau konteks yang berbeda dapat memiliki makna yang berbeda. Oleh karena itu apa sebenarnya makna dalam bahasa itu masih menjadi pertanyaan dan masalah ini sebenarnya telah menjadi pemikiran pakar-pakar sehingga muncul berbagai teori dari berbagai pakar yang disusun menurut pendekatan-pendekatan yang berbeda-beda.</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah saudara penjelasan kali ini, kita akan lanjutkan materi ini pada tutorial online berikutnya. Selamat belajar &#8230;&#8230;</p>
</blockquote>
<p class="download">Catatan untuk inisiasi Semantics ke-4 ini dapat diambil di <a href="http://www.box.net/shared/ydhxqi0ajr">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semantics: Inisiasi 3</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-3/</link>
		<comments>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Sep 2009 22:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apurbayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[D3 Penerjemahan]]></category>
		<category><![CDATA[Inisiasi 3]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Semantics]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas terbuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=1139</guid>
		<description><![CDATA[Inilah materi Inisiasi 3 untuk mata kuliah Semantics, inisiasi kali ini diberikan tambahan mengenai semantik leksikal, hubungan sintagmatik, paradigmatik, kolokasi... [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1437" href="http://agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-3/semantics-5/"><img class="alignleft size-full wp-image-1437" title="semantics" src="http://www.agungpurbayana.info/wp-content/uploads/2009/09/semantics1.jpg" alt="semantics" width="209" height="131" /></a>Inilah materi Inisiasi 3 untuk mata kuliah Semantics, pada inisiasi kali ini diberikan penjelasan tambahan mengenai semantik leksikal, hubungan sintagmatik, paradigmatik, kolokasi. Hubungan sintagmatik merujuk pada hubungan antara unsur bahasa dalam satu unsur yang sama, sedangkan hubungan paradigmatik merujuk kepada hubungan (makna) antara satu kata dengan kata lainnya yang dapat dipertukarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1139"></span></p>
<blockquote style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><strong>Semantik Leksikal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Selamat berjumpa  kembali pada tutorial online kali ini. Pada inisiasi III ini Anda akan mendapatkan penjelasan tambahan tentang semantik leksikal. Semantik leksikal berkaitan dengan kajian makna kata atau <em>leksim</em> suatu bahasa. Semantik leksikal merujuk kepada kajian <em>makna leksikal</em>. Makna leksikal (kata) dipengaruhi dua hal, pertama makna kata dapat dijelaskan oleh hubungan antara bahasa dengan objek atau benda, kedua hubungan antara bahasa dengan kata lain yang terdapat pada suatu sistem bahasa. Perhatikan contoh berikut:<br />
<em>He is a bachelor</em>. Kata <em>bachelor</em> dapat dijelaskan maknanya dengan makna kata lain yaitu <em>not married</em>. Kedua kata ini saling berhubungan maknanya. Kata <em>not married</em> sudah cukup untuk menjelaskan makna kata <em>bachelor</em>. Kita tidak perlu menjelaskan makna kata itu dengan cara mengkaitkan dengan objek atau sosok orang yang digambarkan sebagai <em>bachelor</em>.<br />
Contoh lain : Sekarang, si Ani suka memakai baju yang sangat ketat. Kita cukup menjelaskan makna kata <em>ketat</em> dengan kata lain yang sepadan dengan kata itu, misalnya <em>tidak longgar</em>. Dalam khasanah semantik, khususnya semantik leksikal, penjelasan makna kata seperti itu (makna kata berdasarkan kaitannya dengan kata lain) dikenal dengan hubungan makna (<em>sense relation</em>).</p>
<p>Contoh-contoh lain:</p>
<ul>
<li>Kata <em>good</em> dalam kalimat <em>He is a good boy</em>, bermakna; <em>not spoiled</em>, <em>being positive</em>, <em>noble</em>, dan lain-lain</li>
<li>Kata <em>beautiful</em> dalam kalimat <em>She is a beautiful woman</em> bermakna; <em>attractive</em>, <em>having beauty</em>, dan lain-lain</li>
<li>Kata <em>pandai</em> dalam kalimat <em>Amir cukup pandai</em>, bermakna; <em>tidak bodoh</em>, <em>pintar</em> dan lain-lain</li>
<li>Hubungan makna kata-kata yang dapat terjadi karena maknanya yang hampir sama itu dikenal dengan istilah sinonim</li>
</ul>
<p><strong>Hubungan sintagmatik dan paradigmatic</strong><br />
De Saussure, seorang ahli semantik, sebagaimana dikutip oleh Palmer (1981) menyebutkan bahwa terdapat dua hubungan kata yaitu hubungan <em>sintagmatik</em> dan hubungan <em>paradigmatik</em>. Hubungan sintagmatik merujuk pada hubungan antara unsur bahasa (kata dengan kata lainnya) dalam satu unsur yang sama, misalnya kalimat.<br />
Contoh: kata <em>happy</em> dapat berhubungan secara sintagmatik dengan kata lain misalnya <em>student</em> dalam kalimat <em>He is a happy student</em>. Kata <em>beautiful</em> dapat berhubungan dengan kata <em>girl</em> dalam kalimat <em>She is a beautiful girl</em>.<br />
Sementara hubungan paradigmatik merujuk kepada hubungan (makna) antara satu kata dengan kata lainnya yang dapat dipertukarkan.<br />
Contoh: kata <em>happy</em> berhubungan secara paradigmatik (saling dapat dipertukarkan) dengan kata seperti <em>glad</em>, <em>pleased</em>, dan lain-lain<br />
Kata <em>rich</em> berhubungan secara paradigmatik dengan <em>wealthy</em>, <em>prosperous</em>, dll.</p>
<p><strong>Kolokasi</strong><br />
Secara umum kolokasi diartikan sebagai kelaziman kata yang hanya berpasangan/dipertautkan dengan kata-kata tertentu, misalnya kata <em>mengunyah </em>dipasangkan dengan kata <em>mulut\</em>, kata <em>menendang</em> akan berkaitan dengan kata <em>kaki</em>. Kolokasi dapat juga merujuk kepada hubungan makna kata yang satu dengan yang lain yang dapat dipertukarkan. Konsep ini sejalan dengan konsep hubungan paradigmatik. Kata <em>bite</em> berkolokasi hubungan maknanya dengan;<br />
a.	<em>cut with teeth</em><br />
b.	<em>mosquites</em><br />
c.	<em>dog</em></p>
<p>Kata <em>chair</em> berkolokasi dengan <em>sit</em> (<em>sit on the chair</em>), <em>meeting</em> (<em>She will chair the meeting</em>), dan lain-lain. Hubungan kolokatif antar kata juga melahirkan makna tertentu yang dipengaruhi oleh konteks penggunaannya; misalnya kata <em>exceptional</em> pada kalimat <em>an exceptional weather</em> berarti abnormal; tetapi pada kalimat <em>He is an exceptional child</em> dapat berarti kemampuan lebih diluar kelaziman, bukan abnormal artinya. Oleh karena itu, pengetahuan kita yang berhubungan dengan hal ini akan sangat membantu dalam menentukan makna kata tersebut.</p>
<p>Untuk memperjelas materi inisiasi ini Anda bisa membaca Modul 3 BMP Semantics/PRIS4335 dan mengerjakan soal-soal latihan serta test formatifnya.</p></blockquote>
<p class="download">Salinan catatan dapat diambil di <a href="http://www.box.net/shared/kcrioiuqzo">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semantics: Inisiasi 2</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-2/</link>
		<comments>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 19:08:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apurbayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[D3 Penerjemahan]]></category>
		<category><![CDATA[Inisiasi 2]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Semantics]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas terbuka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=1119</guid>
		<description><![CDATA[Berikut adalah materi Inisiasi 2 mata kuliah Semantics, materi yang diberikan mengenai peran konteks dalam pemaknaan bahasa dan pendapat yang dikemukakan para pakar bahasa... [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-1440" href="http://agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-2/semantics-6/"><img class="alignleft size-full wp-image-1440" title="semantics" src="http://www.agungpurbayana.info/wp-content/uploads/2009/09/semantics2.jpg" alt="semantics" width="209" height="131" /></a>Berikut adalah materi Inisiasi 2 mata kuliah Semantics, materi yang diberikan mengenai peran konteks dalam pemaknaan bahasa dan pendapat yang dikemukakan para pakar bahasa. Ada beberapa peran konteks antara lain: konteks situasi, konteks budaya dan majas (style), inisiasi selengkapnya silakan lihat dibawah ini:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1119"></span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong>Peran Konteks Dalam Pemaknaan Bahasa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saudara mahasiswa, selamat berjumpa pada inisiasi II. Kali ini kita akan membahas tentang Peran Konteks Dalam Pemaknaan Bahasa. Pada modul 1 telah dijelaskan bahwa makna bahasa tergantung pada konteks.</p>
<p style="text-align: justify;">Seringkali tidak mungkin menentukan makna suatu kata tanpa menempatkannya pada konteks. Konteks dapat membantu kita dalam memaknai atau memahami makna yang tertuang dalam bahasa. Secara umum ada dua macam konteks yaitu konteks linguistik dan konteks situasi. Konteks linguistik muncul sebelum atau sesudah kata, frasa, kalimat atau teks. Sedangkan konteks situasi membantu kita dalam memahami makna kata atau frasa tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada dua pendapat yang dikemukakan oleh para pakar dibidang bahasa mengenai peran konteks ini. Pendapat yang pertama menyatakan bahwa makna bahasa seharusnya terlepas dari konteks. Para pakar dalam bidang ini lebih cenderung mengkaji makna bahasa hanya dari sisi peran kata dan kaitan antar kata dalam sebuah kalimat. Perhatikan contoh berikut ini : kalimat yang berganda makna seperti Chicken is ready to eat, dapat dijelaskan tanpa mengkaitkannya dengan konteks; tetapi jika kita ingin memperjelas makna pada kalimat ini kita dapat uraikan menjadi Chicken is ready to be eaten dengan mendasarkan pada aturan tata bahasa. Pendapat yang kedua menyatakan bahwa konteks tidak dapat dipisahkan dari kajian makna bahasa. Berdasarkan kedua kecenderungan itu, adalah lebih baik bagi kita apabila kajian makna bahasa mempertimbangkan kedua kecenderungan itu, mengingat kajian makna bahasa tidak hanya mencakup makna kata dan makna kalimat saja melainkan makna ujaran.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Peran konteks situasi dalam pemaknaan bahasa.</strong><br />
Istilah konteks situasi diungkapkan oleh Malinowski dan Firth. Kedua pakar ini menyatakan bahwa makna bahasa dipengaruhi oleh konteks situasi penggunaan bahasa. Mereka menyarankan agar ciri-ciri yang ada pada situasi harus telihat/teridentifikasi; misalnya ciri yang menyangkut penutur dan pendengar, tempat bertutur, obyek yang dibicarakan serta pengaruh dari apa yang diungkapkan oleh penutur.</p>
<p style="text-align: justify;">Contoh : <em>Kemarin, Si Amir telihat duduk di dekat kali</em>.<br />
Dari segi tempat dan obyek         -&gt; Amir duduk di dekat kali.<br />
Dari segi partisipan                   -&gt; ungkapan ini disampaikan oleh                                                                  seseorang kepada orang lain.<br />
Maksud ungkapan -&gt;                     memberikan informasi kepada orang                                                                  lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Konteks, Budaya dan Majas (Style)</strong><br />
Kaum behavioris juga menekankan konteks situasi dalam pemaknaan bahasa. Bloomfield menyatakan bahwa pemaknaan ujaran sangat ditentukan oleh persepsi pengguna bahasa terhadap situasi berbahasa yang dihadapinya. Ciri-ciri situasi berbahasa ini diwujudkan melalui unsur-unsur kebahasaan melalui penggunaan kata ganti atau yang biasa disebut deiksis. Ada tiga tipe deiksis yaitu :</p>
<ol>
<li> Deiksis yang menghubungkan antar penutur dan partisipan misalnya <em>I</em>, <em>we</em>, <em>you</em> (b.Inggris) atau <em>saya</em>, <em>kami</em> dan <em>Anda</em> dalam bahasa Indonesia.</li>
<li> Deiksis yang menunjukkan jarak atau posisi penutur misalnya, <em>here</em>, <em>there</em>, <em>this</em> dan <em>that</em> (b.Inggris)  atau <em>di sini</em> dan <em>di sana</em> (b.Indonesia).</li>
<li> Deiksis yang menunjukkan waktu  misalnya <em>now</em>, <em>then</em>, <em>yesterday</em>, <em>tomorrow</em> (b.Inggris)  atau <em>sekarang</em>, <em>nanti</em>, <em>kemarin</em> dan <em>besok</em> (b.Indonesia).</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Deiksis selalu subyektif dalam artian isi dapat diinterpretasikan hanya dengan merujuk kepada penutur; misalnya, bila anda bertanya kepada seseorang tentang rumah seseorang, dan anda mendapat jawaban seperti “Oh rumah  Bapak Ahmad disana, dekat wartel. Setelah di cek ternyata jarak rumah tersebut cukup jauh. Jadi penggunaan deiksis sangat bergantung pada penutur atau pendengar jika kita kaji maknanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Aspek lain dari sebuah konteks digambarkan dalam bentuk hubungan sosial antara penutur dan pendengar. Dalam bahasa Indonesia kita mengenal perbedaan pemakaian kata ganti (pronomina) yang menunjukkan hubungan sosial; misalnya, kata ‘kalian’ menyiratkan hubungan antara atasan dengan bawahan, seperti antara guru dan murid sedangkan penggunaan kata ‘saudara’ menyiratkan hubungan kesejajaran antara pembicara dan pendengar seperti pembicaraan di antara sesama rekan kerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain bentuk sapaan, dalam berkomunikasi ada tiga ciri lain dari majas atau style yaitu kewenangan yang berkaitan dengan pekerjaan atau profesi, misalnya bahasa hukum, sains dan lain-lain, kemudian  kedudukan yang berhubungan dengan hubungan sosial terutama dari segi formal dan ketidak formalan  dan modalitas yang berhubungan dengan puisi,prosa, esai, bahasa telegram dan lain-lain.<br />
Hurford dan Heasley (1983) menyebutkan bahwa konteks sebuah ujaran adalah sub bagian kecil dari wacana yang dimiliki baik oleh penutur maupun pendengar. Oleh karena peran konteks dalam pemaknaan bahasa mempunyai batasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memperjelas materi inisiasi ini Anda bisa membaca Modul 2 BMP Semantics/PRIS4335 dan mengerjakan soal-soal latihan serta test formatifnya.</p>
<p style="text-align: center;"><em>Selamat Belajar dan Semoga Sukses!</em></p>
</blockquote>
<p class="download">Salinan catatan saya dapat diambil di <a href="http://www.box.net/shared/s9zezx9dlc">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semantics: Inisiasi 1</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-1/</link>
		<comments>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 06:01:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apurbayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[D3 Penerjemahan]]></category>
		<category><![CDATA[Inisiasi 1]]></category>
		<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[Semantics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=1098</guid>
		<description><![CDATA[Inilah materi Inisiasi I untuk mata kuliah Semantics. Inisiasi pertama ini merupakan pengenalan mengenai semantik dan informasi mengenai materi yang akan diberikan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Inilah materi <strong>Inisiasi 1</strong> untuk mata kuliah <strong>Semantics</strong>. Inisiasi pertama ini merupakan pengenalan mengenai semantik dan informasi mengenai materi yang akan diberikan.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selamat datang mahasiswa peserta tutorial online (Tuton) Universitas Terbuka, khususnya mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang mengambil mata kuliah Semantics. Tutorial online ini membantu Anda dalam mempelajari materi modul jika Anda mengalami kesulitan baik dalam materi maupun masalah teknis, misalnya bagaimana cara mengirim tugas, mengetahui nilai, dan sebagainya. Anda dapat mendiskusikannya baik kepada tutor maupun teman Anda untuk membantu kesulitan Anda tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Aktiflah Anda dalam tuton ini baik aktif dalam bertanya, memberi komentar, maupun mengerjakan dan mengirimkan jawaban Anda ke tutor.  Nilai dari tuton ini akan memberikan kontribusi 15% terhadap nilai akhir mata kuliah Semantic Anda.</p>
<p style="text-align: justify;">Materi tutorial ini akan disajikan sebanyak 8 inisiasi beserta tugas yang  harus Anda kerjakan yaitu pada tutorial ke 3, 5, dan 7.  Topik/materi yang akan ditutorialkan meliputi:</p>
<p>1.	Ucapan selamat datang<br />
2.	Peran konteks dalam pemaknaan Bahasa<br />
3.	Semantik Leksikal dan Tugas Ke 1<br />
4.	Hakikat Makna 1<br />
5.	Hakikat Makna 2 dan Tugas Ke 2<br />
6.	Serbaneka tentang Tata bahasa I<br />
7.	Serbaneka tentang Tata bahasa II dan Tugas Ke 3<br />
8.	Hubungan Makna</p>
<p>Demikianlah materi yang akan di tutorialkan pada tutorial online kali ini. Selamat belajar dan berpartisipasi, semoga sukses!</p></blockquote>
<p class="download">File Inisiasi 1 Semantics ini dapat di download melalui menu My courses masing-masing (bagi yang mengikuti tuton) atau silakan download salinan saya di <a href="http://www.box.net/shared/vnsj2nu3eq">sini</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.agungpurbayana.info/semantics-inisiasi-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semantics: Modul 1.1: Pengantar, Definisi dan Cakupan Semantik</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/semantics-modul-1-1-pengantar-definisi-dan-cakupan-semantik/</link>
		<comments>http://www.agungpurbayana.info/semantics-modul-1-1-pengantar-definisi-dan-cakupan-semantik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 16:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apurbayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[D3 Penerjemahan]]></category>
		<category><![CDATA[Semantics]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.agungpurbayana.info/?p=1046</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Catatan Semantics: Modul 1.1 ini berisi materi mengenai definisi semantik,  konsepsi makna dan cakupan kajian Semantik. Sebenarnya ini bukanlah catatan lengkap mengenai mata kuliah Semantics, tetapi lebih merupakan suatu ringkasan yang menggunakan konsep mind map. Saya mencoba membuat catatan model mind map untuk memudahkan belajar dan mengingat hal-hal yang penting saja dari materi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Catatan Semantics: Modul 1.1 ini berisi materi mengenai definisi semantik,  konsepsi makna dan cakupan kajian Semantik. Sebenarnya ini bukanlah catatan lengkap mengenai mata kuliah Semantics, tetapi lebih merupakan suatu ringkasan yang menggunakan konsep <em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map">mind map</a></em>. Saya mencoba membuat catatan model <em>mind map</em> untuk memudahkan belajar dan mengingat hal-hal yang penting saja dari materi kuliah ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Tentu, ini bukanlah model yang sempurna dari suatu <em>mind map</em> karena saya mengalami kesulitan juga untuk menghasilkan model <em>mind map</em> yang tepat. Saya merasa ini lebih tepat disebut ringkasan materi saja, tetapi mudah-mudahan bermanfaat bagi yang berminat untuk membacanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana cara membuatnya? Ada banyak <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_Mind_Mapping_software">software</a> <em>mind map</em> yang tersedia mulai dari yang komersial sampai yang gratisan dengan berbagai jenis lisensi. Pada contoh materi ini saya menggunakan software <a href="http://vue.tufts.edu/">Vue</a> yang mempunyai lisensi <a title="Educational Community License" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Educational_Community_License">Educational Community License</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Ingin informasi lebih detil dan lengkap? Coba kunjungi situs <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map">wikipedia</a>, atau <em>search</em> di google menggunakan <em>keyword</em> <em>mind map</em>, semuanya bisa di baca disana.</p>
<p style="text-align: justify;">Oh ya, filenya bisa di ambil di <a href="http://www.box.net/shared/jqdcbi483n">sini</a> (format .pdf) atau di <a href="http://www.box.net/shared/kcm0qr484k">sini</a> (format .vue). Silakan dibaca-baca dulu, siapa tahu ada yang tertarik untuk melengkapi atau menyempurnakan catatan ini dan tolong kirimi saya copynya agar bisa ditambahkan di blog ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.agungpurbayana.info/semantics-modul-1-1-pengantar-definisi-dan-cakupan-semantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

