<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Agung Purbayana News &#187; kebebasan pribadi</title>
	<atom:link href="http://www.agungpurbayana.info/tag/kebebasan-pribadi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.agungpurbayana.info</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Oct 2011 13:02:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Selamat Datang Di Dunia Micropreneur</title>
		<link>http://www.agungpurbayana.info/selamat-datang-di-dunia-micropreneur/</link>
		<comments>http://www.agungpurbayana.info/selamat-datang-di-dunia-micropreneur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2008 13:53:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>apurbayana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[berbisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[kebebasan pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[mikropreneur]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungpurbayana.info/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[<p>Sebenarnya saya baru mengenal istilah micropreneur ini dari Michael LeBoeuf pada sebuah bukunya yang berjudul "The Perpect Business", buku ini pun baru saya dapatkan pada awal tahun 2008 ini.</p> <p>Pada saat buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1996, ternyata saya sedang semangatnya bekerja sebagai karyawan yang baik dan penuh dedikasi. Tetapi saya tidak pernah merasa nyaman bekerja disatu tempat karena selalu merasa ada yang hilang pada saat menjadi seorang pekerja atau orang upahan...</p> [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebenarnya saya baru mengenal istilah micropreneur ini dari Michael LeBoeuf pada sebuah bukunya yang berjudul &#8220;The Perpect Business&#8221;, buku ini pun baru saya dapatkan pada awal tahun 2008 ini. Pada saat buku ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1996, ternyata saya sedang semangatnya bekerja sebagai karyawan yang baik dan penuh dedikasi. Tetapi saya tidak pernah merasa nyaman bekerja disatu tempat karena selalu merasa ada yang hilang pada saat menjadi seorang pekerja atau orang upahan. Ternyata apa yang saya rasakan selama ini tanpa saya sadari mengarahkan saya ke dunia micropreneur seperti yang disarankan oleh Michael LeBoeuf pada bukunya itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah inilah beberapa ciri micropreneur menurut Michael LeBouf:<br />
Micropreneur bukan entrepreneur atau wirausaha tradisional yaitu orang yang cerdas dan berani menanggung risiko, yang berjuang sendiri dengan penuh harapan menjadi kaya, dan berusaha keras mencapai segala impiannya. Mereka adalah pekerja keras, Thomas Alva Edison, John. D. Rockefeller, Sam Walton adalah beberapa tokoh dari entrepreneur ini. Sayangnya saya tidak termasuk dalam tipe orang-orang diatas tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Micropreneur bukan berasal dari wirausaha tradisional, mereka bermula dari bibit wirausaha yang baru. Micropreneur biasanya memiliki kepribadian yang berbeda dengan wirausaha konvensional. Mereka datang dari latar-belakang yang berbeda dengan nilai-nilai yang mereka pegang juga berbeda dan mereka memasuki dunia bisnis untuk alasan yang sama sekali berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Anda memiliki kemampuan tertentu, misalnya seorang programmer,  atau mempunyai bakat di bidang disain grafis, Anda bisa saja menjadi micropreneur bila Anda memang menginginkannya. Kita masing-masing mempunyai latar belakang dan pribadi yang berbeda dan itu sudah cukup untuk menjadikan diri kita seorang micropreneur.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita harus memahami perbedaan mendasar antara kedua tipe pemilik bisnis ini. Anda mungkin merasa sangat yakin bisa menjadi seorang entrepreneur atau wirausaha tradisional sedang saya sendiri tidak mempunyai tipe kepribadian yang cocok untuk melakukan bisnis tipe tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memahami karakteristik penting dari micropreneur yang membedakannya dengan wirausaha tradisional, mari kita simak penjelasan dari Michael LeBoeuf dibawah ini:</p>
<p style="text-align: justify;">Michael LeBouf menyebutkan ada tiga karakteristik penting yang membedakan entrepreneur dan wirausaha tradisonal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Micropreneur adalah orang terpelajar</strong>.<br />
Banyak wirausaha tradisional memulai bisnis karena tidak punya pilihan lain. Tidak seorangpun mau mempekerjakan mereka, atau mereka akan menghabiskan hidup mereka dengan bekerja pada orang lain dengan upah yang sangat rendah. Mereka menjalankan bisnis mereka sendiri karena itulah jalan untuk hidup lebih layak. Akibatnya, banyak yang bisa mengumpulkan kekayaan lebih besar dibanding para pegawai terpelajar yang sepanjang hidup mereka bekerja pada bisnis orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi, bagi kebanyakan micropreneur bukan itu masalahnya. Mereka cenderung menjadi orang-orang terpelajar dan jadi pegawai tinggi. Bahkan banyak yang memiliki gelar akademik tinggi dan profesional. Dan, mereka tidak pernah terdorong untuk keluar dan menjalankan bisnis sendiri. Sebaliknya, justru itu adalah pilihan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Motif utama micropreneur adalah kebebasan</strong>.<br />
Bila seorang entrepreneur menikmati perkembangan bisnis menjadi perusahaan yang kecil atau besar, mereka ingin punya kantor dan cabang. Mereka ingin punya gedung bertingkat yang dinamai sesuai dengan nama mereka, misalnya Trump Tower. Mereka punya tim pegawai untuk membantu mewujudkan cita-cita. Mereka berusaha menciptakan bisnis yang terus menerus berkembang yang sukses menjual serta menghasilkan keuntungan besar atau nantinya mewariskannya kepada anak-anak mereka. Seorang micropreneur, tidak mempunyai cita-cita seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi kebanyakan micropreneur, insentif terbesar bukanlah uang itu sendiri, melainkan janji akan kebebasan pribadi, gaya hidup yang lebih baik, dan peluang untuk mencari nafkah dengan melakukan pekerjaan yang mereka sukai. Mereka lelah dengan aneka persaingan, perjalanan dinas jarak jauh, birokrasi, para bos yang tidak mau mendengarkan ide-ide mereka, dan merasa waktu untuk keluarga terlalu sedikit.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Micropreneur bukanlah pengambil risiko besar.</strong><br />
Berbeda dengan seorang wirausaha tradisional yang pada umumnya cenderung berani mengambil risiko dan bahkan kadang-kadang tanpa perhitungan matang untuk mencapai target yang diinginkannya. Kesuksesan seorang micropreneur bukan berasal dari keberanian mengambil risiko tinggi melainkan dari kemampuan mengkalkukasi risiko. Hal itu berarti bisa mengambil peluang yang berpotensi menghasilkan uang banyak dengan pengeluaran sedikit sekali. Kita tidak bisa hidup mapan tanpa ambil risiko lebih dulu, namun kita bisa meminimalkan risiko itu dengan memilih peluang yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, mengapa mesti keluar dari pekerjaan tetap Anda dan hidup seperti seorang pengemis padahal sebenarnya tidak perlu begitu? Kita bisa membangun bisnis rumahan di waktu luang Anda. Kalau Anda bekerja 40 jam seminggu, kemana sisa waktu 128 jam yang Anda miliki?</p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa mesti mempekerjakan staf kalau tidak perlu? Kebanyakan tugas administrasi dan perkantoran toh bisa diserahkan pada tenaga lepas dengan biaya yang lebih murah atau ditangani oleh peralatan canggih masa kini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita tidak perlu mengambil risiko yang bikin stres karena memang kita tidak perlu melakukannya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.agungpurbayana.info/selamat-datang-di-dunia-micropreneur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

