Semantics: Inisiasi 7

Komponen dan kalimat (Component and Sentence)

Sebuah komponen harus menunjukkan hakikat ciri dari sebuah kata yang diungkapkan (collocate word) dan merupakan bagian dari lingkungan yang dibutuhkan (required environment) untuk membenarkan ciri-ciri komponen tadi; misalnya kata beer ’bir’ memiliki komponen liquid ’cair’.

Benda cair biasanya  diminum, maka kata ’minum’ adalah lingkungan yang menyertai  komponen ’cair’ tadi. Sehingga kalimat Sony drank bread misalnya, tidak dapat diterima, karena bread ’roti’  tidak bisa diminum.

Para ahli bahasa, seperti Katz dan Fodor, menyatakan kita dapat menganalisis dan menemukan makna kata dalam sebuah kalimat berdasarkan makna yang dimiiki oleh sebuah kata. Misalnya kalimat The man hit the colorful ball, kita analisis status gramatikal dari masing-masing kata.

Colorfull adalah kata sifat (adjective), ball adalah kata benda (noun), bersama the , bila digabungkan akan membentuk frase kata benda (noun phrase) the colorful ball.  Dari berbagai item leksikal yang ada dalam kalimat itu, kata colorful’ mempunyai dua jalur makna yaitu pertama, memiliki pengertian kepada sesuatu yang memiliki warna, dan yang kedua makna evaluatif , artinya mungkin bagi seseorang ’sesuatu’ itu sangat beragam maknanya, tetapi bagi yang lain tidak.

Kata ball’ memiliki tiga jalur makna, pertama menunjuk kepada ’social gathering for dancing with an organized programme’ atau ’kumpul-kumpul untuk melakukan pesta dansa yang berarti activitas sosial’, yang kedua, berarti ’bola’ seperti  yang kita kenal dan yang ketiga ’peluru’ yang memang bentuknya bulat seperti bola. Penggabungan dari kata colorful dan ball hanya menghasilkan empat jalur makna, bukan enam karena makna yang kedua yang dimiliki colorful tidak bisa bergabung dengan makna ball yang kedua dan ketiga.

Tatabahasa kasus (Case Grammar)

Istilah kasus (case) diperkenalkan oleh Fillmore pada tahun 1968. Dia memandang penting analisis terhadap peran dan fungsi yang dimiliki kata dalam sebuah kalimat ditinjau dari sudut pandang maknanya. Berikut tabel yang menunjukkan kasus-kasus menurut Fillmore beserta contoh-contohnya.

[table id=3 /]

Istilah peran (role) dan fungsi (function) merupakan hal yang berbeda, perhatikan contoh kalimat berikut.

  1. The janitor opened the door
  2. The key opened the door
  3. The janitor opened the door with the key

Dari segi peran kata janitor pada semua kalimat berperan sebagai ’agent (agentive/agents role), kata the door memiliki peran sebagai ’objek’ (objects role) dan kata the key memiliki peran sebagai ’alat’ (instrument role). Sedangkan dalam konteks fungsi gramatikal, kata janitor dan kata the key pada kalimat kedua kita sebut sebagai ‘subjek’. Oleh karena itu tidak selalu benar apabila sebuah kata disebut subjek, maka ia otomatis menjadi agen karena tidak ada hubungan antara apa yang dinamakan dengan kategori pada satu pihak dan kategori subjek atau objek di lain pihak.

Dari kasus ini kita dapat menyimpulkan bahwa tidak mungkin menyatukan dua kasus secara bersamaan sehingga tidak mungkin memperoleh kalimat The janitor and the key opened the door. Hal lain mengenai tatabahasa kasus yaitu tidak mudah membedakan pasangan kalimat; misalnya kalimat John sold a book to Henry dengan Henry bought a book from John. Untuk mengatasi masalah ini Fillmore mengatakan bahwa perbedaan dari pasangan kalimat tersebut hanya terletak pada sudut pandang yang dimiliki si pengguna bahasa. Sebenarnya masih banyak permasalahan yang deapat ditemukan dalam tatabahasa kasus, tetapi Palmer (1981) mengatakan bahwa ‘case grammar is attractive in many ways, but (……) the deeper the investigation, the more complex it seems to become’.

Jenis Kalimat dan Modalitas (Sentence types and modality)

Kalimat sangat beragam jenisnya, contoh;

a. Rini shut the window.           —–> Kalimat deklaratif (pernyataan)

b. Did Rini shut the window ? —–> Kalimat interogatif (pertanyaan)

c. Shut the window.                   ——> Kalimat imperative (perintah)

Dalam memahami jenis dan fungsi kalimat kita harus hati-hati. Contoh di atas dilihat dari jenisnya adalah kalimat deklaratif, interogatif, dan imperative, tetapi dilihat dari fungsinya tidak selalu untuk menyampaikan berita, menanyakan sesuatu,dan menyuruh melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

Dengan kata lain jenis kalimat (sentence types) tidak memiliki langsung dengan fungsinya (sentence functions). Contoh, kalimat “Can you pass the salt”? dilihat dari jenisnya kalimat ini jelas merupakan kalimat interogatif (pertanyaan), yang salah satunya ditandai dengan ‘tanda tanya’, tetapi dari segi fungsi, kalimat ini merupakan imperative (perintah).

Banyak para ahli bahasa menggunakan istilah mood untuk membedakan apakah sebuah kalimat itu deklaratif, interogatif, atau imperative. Dalam bahasa Inggris untuk mengekspresikan mod dari si penutur dikenal dengan istilah modal verbs ; will, shall, may, must, dan ought to.

Ada dua jenis modalitas, yang pertama yaitu modalitas yang EPISTEMIC, yaitu jenis modalitas yang menunjukkan tingkat komitmen dari si penutur bahwa apa yang dikatakannya adalah benar. Dengan demikian kita dapat membedakan arti yang dikandung dalam kalimat He may/must/will be in his office.

Kedua, modalitas yang DEONTIC yaitu modalitas yang serupa dengan jenis imperative. Si penutur dapat memberi izin, mewajibkan agar sebuah pekerjaan dilakukan dalam kaitannya dengan kejadian yang mungkin terjadi di masa yang akan datang, misalnya You may/can/must/shall come tomorrow.

Istilah modalitas tidak berkaitan dengan berbagai perbedaan gramatikal tertentu. Beberapa pemakaian modal verbs tidak menunjukkan modalitas misalnya, can yang dipakai untuk menunjukkan kebiasaan  He can play piano well atau will yang menunjukkan keinginan He will go to supermarket tomorrow.

Leave a Reply

  

  

  

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Keep me up to date, sign me up for the newsletter!