Beberapa hari lalu, tepatnya hari Minggu, tanggal 9 Juli 2006 kami dari Baldev Consulting (di wakili oleh saya sendiri) bekerja sama dengan ICT Denpasar mengadakan workshop mengenai Desktop Ubuntu Linux. Idenya adalah memberikan pengenalan sistem operasi alternatif yang stabil, free dan mudah digunakan. Pilihan kami jatuh pada distro Ubuntu Linux, “Mengapa Ubuntu Linux?” Tulisan dibawah ini mungkin sedikit banyak dapat menjawab pertanyaan itu:
Ubuntu distro berbasis Debian
Ubuntu Linux adalah distro yang berbasis Debian Linux, yang berarti pengembangannya didasarkan pada source code yang disediakan oleh Debian Linux. Debian Linux sendiri terkenal sebagai distro Linux yang sangat menjaga ke stabilan dari paket-paket program yang dibawanya. Kata Ubuntu sendiri bila diartikan dalam bahasa Indonesia berarti Gotong Royong, melakukan sesuatu dengan bersama-sama. Dengan konsep ini Ubuntu berkembang pesat di dukung oleh volunteer dari berbagai belahan dunia.
Ubuntu selamanya free
Secara finansial Ubuntu di sponsori oleh suatu perusahaan yaitu Canonical Ltd., suatu holding company yang didirikan oleh Mark Shuttleworth, seorang entrepreneur yang berbasis di Isle of Man.
Ubuntu Linux termasuk distro yang masih berusia sangat muda, dibandingkan distro-distro Linux lainnya. Ubuntu Linux bernaung dibawah Ubuntu Foundation, yang menjamin bahwa Ubuntu Linux selamanya akan free untuk semua versi yang di rilisnya.
Rilis yang pasti
Selain hal tersebut, yang menarik dari pengembangan Ubuntu Linux adalah, mereka konsisten untuk mengeluarkan rilis baru setiap 6 bulan sekali, berikut adalah rilis Ubuntu Linux yang telah dikeluarkan:
- Oktober 2004: Ubuntu 4.10 – Warty Warthog (rilis pertama)
- April 2005: Ubuntu 5.04 – Hoary Hedgehog
- Oktober 2005: Ubuntu 5.10 – Breezy Badger
- Juni 2006: Ubuntu 6.06 LTS – Dapper Drake
- Oktober 2006: Ubuntu 6.10 – Edgy Eft
- April 2007: Ubuntu 7.04 – Feisty Fawn(terbaru)
Long-Term Support
Setiap rilis di support selama 18 bulan, kecuali Ubuntu 6.06 LTS dan rilis berikutnya yang mempunyai masa support 3 tahun untuk desktop dan 5 tahun untuk server, LTS sendiri berarti Long-Term Support. Ini menjadi alasan mengapa Ubuntu 6.06 LTS ini molor 2 bulan dari jadwal rilis yang seharusnya (April 2006), untuk menyempurnakan segala sesuatunya demi tercapainya Long-Term Support ini.
Apa artinya Long-Term Support bagi kita pengguna Ubuntu? Artinya selama 3 tahun ke depan ini kita dapat menggunakan Ubuntu Linux dengan nyaman, karena semua patch atau bug yang mungkin timbul atau bila kita membutuhkan upgrade di sediakan oleh Ubuntu Foundation melalui situs resmi dan forum yang telah disediakan.
Kemudahan Instalasi dan Konfigurasi
Dengan hanya mempaketkan aplikasi-aplikasi terpilih, Ubuntu Linux menjaga kemudahan instalasi, konfigurasi, serta pemeliharaan paket dan menjaga fokus pada kualitas.
Bagi pengguna sistem operasi Windows, desktop Ubuntu Linux akan terasa sangat familiar, karena pengunaannya yang mirip dengan Windows. Penambahan paket software juga sangat mudah, apalagi bila kita mempunyai akses internet yang cukup bagus. Kita dapat dengan mudah mengambil paket aplikasi terbaru melalui repositori yang disediakan oleh Ubuntu dan pihak ketiga.
Untuk repositori selain melalui internet, saat ini beberapa rekan pengguna Ubuntu di Indonesia juga menyediakan repositori dalam bentuk DVD. Bila Anda berminat, saya juga menyediakan DVD repositori untuk Ubuntu 5.10 (Breezy Badger) dan 6.06 LTS (Dapper Drake).
Paket aplikasi standar yang dibawa oleh Ubuntu Linux antara lain: OpenOffice (alternatif Microsoft Office), Gimp (aplikasi graphis setara Photoshop), aplikasi audio/video, Firefox untuk browser internet, Evolution untuk client e-mail dan sebagainya.
Berani menggunakan Ubuntu?
Bila pertanyaan pada awal tulisan ini, sudah terjawab dengan penjelasan diatas, maka pertanyaan berikutnya adalah: “Anda Berani menggunakan Ubuntu Linux?”. Mudah-mudahan hasil Workshop ini bisa menjawab pertanyaan ini.

Kapan lagi mengadakan workshop ubuntu linux? :question: