Tidak perlu sama…

Banyak ahli mengatakan bahwa kita menggunakan sangat sedikit sekali potensi diri yang kita miliki selaku manusia. Bahkan ada ahli yang mengatakan bahwa ternyata manusia hanya menggunakan 5% dari kemampuan yang dimilikinya untuk menjalani kehidupannya. Mengapa kita bisa mengabaikan potensi diri yang besar  ini?

Pada tulisan ini saya tidak berusaha untuk mencari fakta-fakta ilmiah seperti yang dikatakan oleh para ahli tersebut, karena saya menulis ini hanya sebagai catatan kecil saja mengenai apa yang telah saya lakukan dalam hidup ini.  Kita terlalu sering membandingkan diri kita dengan orang lain bahwa kita mempunyai kesamaan dengan mereka, mereka bisa tampil dan sukses dengan cara mereka, maka saya pun harus bisa sukses seperti yang mereka lakukan. Karena berpikir seperti itu, akibatnya kita mengabaikan kemampuan yang kita miliki atau dengan kata lain kita telah menelantarkan potensi yang kita miliki karena kita sibuk mengikuti cara-cara yang dilakukan oleh orang yang kita jadikan contoh tersebut.


Saya percaya, setiap orang memiliki potensi diri yang sama dan tidak terbatas.  Adalah masuk akal bila kita kebetulan mempunyai potensi dan minat yang sama dengan orang lain. Tetapi ini tidak berarti kita harus  berperilaku yang  sama dengan orang itu. Kita punya potensi diri masing-masing dan kita pun memiliki jalan sukses sendiri dan tidak dapat begitu saja menjiplak sama persis seperti yang orang lain lakukan.

Tentu Anda tidak harus mempercayainya, tetapi saya percaya karena  saya sudah mencobanya. Kita memang berbeda dan kita adalah unik! Kita tidak perlu sama dengan orang lain karena kita memang berbeda! Tidak ada orang yang sama persis dan identik, jadi kita pun harus menerima kenyataan bahwa kita memang berbeda.

Penting untuk diingat!  Bahwa untuk sukses kita tidak perlu melakukan cara yang  sama dengan yang dilakukan oleh orang lain.  Kita bisa berjalan dengan jalan kita sendiri walaupun di ilhami oleh kisah sukses mereka. Jadi, mari kita maksimalkan semua potensi yang ada pada diri kita masing-masing!

Talenta: Jadilah untuk orang lain

Pernah merasa bosan, merasa tidak berguna dan tidak berdaya?
Kita semua pernah mengalami hal tersebut, kita sering merasa bahwa hidup ini sia-sia saja, merasa apapun yang kita lakukan tidak ada gunanya dan tidak bermanfaat. Bila Anda pernah mengalami hal tersebut, maka Anda tidak sendiri. Saya juga mengalaminya, teman-teman Anda juga mengalaminya dan mungkin semua orang pernah mengalaminya.

Nah bagaimana menghilangkan perasaan tersebut?
Ternyata ada cara yang begitu mudah dan dijamin tanpa biaya.  Kita tahu setiap orang mempunyai talenta masing-masing, bila Anda sedang bosan, jenuh tak berdaya, cobalah Anda manfaatkan talenta yang Anda miliki untuk membantu orang lain. Jangan pikirkan apa yang Anda dapatkan dengan membantu orang lain, tapi lakukanlah dan lihatlah hasilnya pada diri Anda!


Saya mempunyai sebuah pengalaman menarik yang berhubungan dengan masalah diatas tadi.
Ceritanya suatu saat tanpa sengaja saya menemukan artikel dari blog seseorang yang pernah saya bimbing dalam mempelajari sesuatu hal, yang mengatakan bahwa ia benar-benar berterima kasih karena pernah saya bimbing di bidang tersebut hingga sekarang akhirnya ia merasakan manfaatnya dalam menekuni pekerjaannya.

Saya tidak pernah merasa melakukan hal yang istimewa padanya, karena memang saya hanya membantunya mempelajari sesuatu yang saya anggap biasa saja. Ternyata dengan sekelumit talenta yang saya milikii, saya bisa menyampaikan pengetahuan yang begitu bermanfaat baginya. Saya benar-benar terharu membacanya.

Inti dari cerita saya diatas adalah, ternyata kita seringkali mengabaikan talenta yang kita miliki karena kita mengganggap tidak berguna. Kita lupa bahwa setiap orang diberikan talenta oleh Tuhan untuk menjalani hidup ini dan untuk membantu sesama. Cobalah Anda gunakan talenta tersebut, sekecil apapun talenta itu bagi diri Anda, jadilah untuk orang lain!

Menjual Ide #2

Kalau ide yang Anda miliki hanya berupa kata-kata, jangankan ada yang membeli, mendengarpun mungkin orang-orang tidak sudi dan Anda dianggap si tukang mimpi. Agar ide tersebut bisa “dijual” kita harus membuatnya menjadi spesifik dan jelas.

Agar ide bisa dijual, Anda harus membuatnya menjadi spesifik dan jelas!

Spesifik dan jelas berarti bahwa ide tersebut memang layak dijalankan dan dapat dipertanggungjawabkan. Disini kita tidak membicarakan teknis penuangan ide tersebut, hanya yang ditekankan adalah bahwa ide tersebut memang mungkin diterapkan bila mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan dan kemungkinan hasil yang akan dicapainya.

(more…)

Menjual Ide #1

Dalam kehidupan ini Anda pasti menemui banyak orang dari berbagai karakter dan tingkah laku yang berbeda-beda. Setiap orang mempunyai karakter tersendiri dan kita harus beradaptasi untuk dapat melakukan kerjasama dengan orang-orang tersebut.

Orang-orang itu mungkin berpikiran sama dengan kita, mereka juga harus mempelajari karakter kita agar bisa melakukan kerja sama dengan kita. Pada awal pertemuan kita mungkin masih bersifat tertutup dan belum memperlihatkan siapakah jati diri kita sebenarnya. Tetapi Anda boleh yakin pada pertemuan ketiga dan seterusnya Anda sudah dapat menentukan siapakah calon rekan kerja Anda tersebut.

(more…)

TI dan Kita

Dunia komputer dan telekomunikasi berkembang sangat pesat dan setiap saat kita mendengar dan melihat adanya pengembangan teknologi baru yang menyempurnakan dunia informasi dan teknologi. Saya sudah cukup lama mengenal dan mengamati bagaimana pesatnya perkembangan teknologi ini sampai di era saat ini yang dikenal dengan era informasi.

Satu hal yang sangat signifikan dari perkembangan teknologi ini adalah bagaimana networking dan komunikasi di sinergikan sehingga menjadi suatu kekuatan dengan power yang hampir-hampir tidak ada batasnya yang akhirnya menjadi suatu jaringan raksasa yang menghubungkan banyak host komputer yang dikenal dengan internet saat ini. Kita dapat memetik pelajaran pada teknologi informasi ini untuk membantu meningkatkan kualitas hidup kita kearah yang lebih baik.

(more…)

Anda Harus Berubah

Tiada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri, sangat sering kita mendengar atau membaca kata-kata indah ini, tapi tahukah Anda apa makna yang terkandung dalam kalimat tersebut. Setiap orang dapat mengucapkannya dengan mudah dan kita pun ikut-ikutan mengutip kalimat tersebut tanpa menyadari makna yang terkandung didalamnya.

Tulisan ini tidak sedikitpun mencoba untuk menggurui atau mengutip ayat-ayat pada kitab-kitab suci atau kitab yang sejenisnya, semua yang tertulis disini adalah dari renungan yang tidak sengaja saya lakukan dan peristiwa yang terjadi pada diri saya, saya menyadari semua kejadian yang kita alami pasti bermakna. Percayalah bahwa tidak ada peristiwa yang terjadi secara kebetulan pada diri kita.

Semuanya terjadi begitu saja, kita tumbuh dan bertumbuh itupun sudah merupakan kejadian dan perubahan yang tidak kita sadari. Sebenarnya salah satu penyebab perubahan itu terjadi adalah keinginan dari setiap individu. Mungkin Anda tidak menyadari bahwa diri kita sendirilah yang menyebabkan terjadinya perubahan tersebut. Anda boleh tidak percaya, tetapi saya sangat meyakininya! Cobalah Anda kembali ke masa lampau ketika masih kanak-kanak, kita dapat melihat bagaimana ketika itu kita begitu ingin cepat besar karena beranggapan dengan lebih besar kita bisa melakukan hal-hal yang pada saat itu tidak bisa kita lakukan. Misalnya melihat kakak kelas SD dapat mengendarai sepeda roda dua, sedangkan kita masih naik sepeda roda tiga. Kita ingin seperti kakak tersebut, setelah masuk SD keinginan kita berubah. Kita ingin bisa naik sepeda motor seperti tetangga sebelah rumah yang berangkat sekolah selalu naik sepeda motor.

Tanpa disadari kita berubah setiap saat karena keiginan sendiri. Kehidupan ini memang terus berjalan, “the show must go on” demikian kata orang bule.

Tanpa disadari kita berubah setiap saat karena keiginan sendiri. Kehidupan ini memang terus berjalan, “the show must go on” demikian kata orang bule. Apapun yang terjadi dunia tetap berputar. Untuk menjalani kehidupan ini kita harus berubah dan selalu berubah, itu sudah pasti. Jangan percaya dengan motto yang berbunyi “We are never change!: Siklus hidup kita sendiri mengalami perubahan, mulai kita lahir, kanak-kanak, dewasa, tua dan akhirnya meninggal. Yang perlu kita lakukan hanyalah menyadari bahwa kita berubah dan sekeliling kita juga berubah. Akhirnya kita menyadari lingkungan pun ikut mengubah kita.

Kita selalu beranggapan bahwa diri kita masih seperti yang dulu, masih muda, masih tampan, masih cantik dan semua kata-kata yang mengandung kata masih lainnya. Orang lainlah yang lebih dulu menyadari perubahan yang terjadi pada diri kita. Kalau saat ini Anda sedang menikmati masa remaja dan sedang di mabuk asmara, mungkin suatu saat teman dekat Anda akan menegur mengatakan Anda banyak berubah dari pada biasanya. Bisa jadi Anda marah atau tidak peduli dan mengatakan “Aku masih seperti yang dulu!” Artinya adalah di satu sisi kita menolak mengatakan telah terjadi perubahan pada diri kita sedangkan disisi lain malah mendorong agar diri kita mengalami perubahan.

Anda tahu mengapa artis atau atlet top atau orang-orang terkenal lainnya mempunyai banyak penggemar ? Betul ! Anda menjawab dengan tepat karena orang-orang mengidolakannya! Mengapa ? Semua itu terjadi karena kita, mereka atau siapapun dia ingin seperti orang yang di idolakannya. Dengan kata lain kita berusaha paling tidak menyerupai dengan orang yang kita idolakan. Ini salah satu pemicu dalam perubahan yang terjadi pada diri kita tanpa disadari. Tidak ada yang salah dengan hal ini bahkan kita harus mempunyai idola yang tepat untuk memacu perubahan kualitas hidup kita. Kuncinya adalah pemilihan idola yang tepat menentukan kearah mana perubahan hidup kita. Sekali lagi terlihat bahwa semua perubahan terjadi karena memang keinginan dari setiap individu. Mari kita renungkan !

Banyak dari kita menolak adanya perubahan, seorang pegawai merasa keberatan bila di perusahaannya akan di implementasikan suatu software yang akan mengubah kebiasaan kerjanya selama ini. Coba perhatikan, Anda tidak mau berubahpun, harus mengalami perubahan, lingkungan pun ikut mengubah diri Anda tanpa seijin Anda. Hal ini sebenarnya tidak aneh karena dalam diri manusia sendiri secara sadar berusaha menolak adanya perubahan. Disisi lain mereka berusaha menggapai sesuatu yang harus melalui proses perubahan itu sendiri. Aneh ? Tentu tidak karena semua itu adalah manusiawi.

Apa yang harus kita lakukan ? Tidak banyak, untuk menjalani hidup ini Anda harus percaya bahwa Anda harus berubah, yang penting pastikan arah perubahan hidup Anda. Ingat pilihan untuk itu ada ditangan Anda. Berubahlah kearah peningkatan kualitas hidup!